Google+

Unsur Hara Esensial

Leave a comment

May 1, 2013 by ilhamzen09

Tanah merupakan produk dari pelapukan batuan, yang dalam prosesnya akan mengikut sertakan unsur-unsur kimiawi yang terkandung dalam batuan tersebut. Dari sekian banyak unsur kimiawi yang terlepas dari batuan induk (parent material) ke tanah tersebut, kita mengenal istilah unsur hara esensial. Unsur hara esensial (Essential Nutrition) adalah unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, yang fungsinya dalam tanaman tidak bisa digantikan oleh unsur lain, sehingga bila tidak terdapat dalam jumlah yang cukup dalam tanah, maka akan berpotensi menyebabkan gangguan pada pertumbuhan tanaman, yang sering diistilahkan dengan gejala defisiensi.

Gejala defisiensi pada tanaman dapat berupa: tanaman menjadi kerdil (misalnya akibat kekurangan unsur nitrogen); tertundanya waktu pemasakan pada tanaman padi (misalnya akibat kekurangan unsur fosfor); ataupun gangguan sistem perakaran (misalnya akibat kekurangan unsur kalium), dan sebagainya.

Berdasarkan jumlah kebutuhannya terhadap tanaman, unsur hara esensial dapat dibagi kedalam dua jenis, yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang lebih banyak bila dibandingkan unsur hara mikro, yang menurut kesepakatan para ahli jumlahnya terdiri atas 16 unsur, terdiri atas 9 unsur hara makro dan 7 unsur hara mikro. Unsur hara makro dan mikro pada tanah berada dalam bentuk yang bervariasi, namun tidak semuanya berada dalam bentuk yang dapat diserap oleh tanaman. Berikut akan disajikan gambar yang memperlihatkan pembagian unsur makro dan mikro beserta bentuk-bentuk ion dan molekulnya yang dapat diserap oleh tanaman.

Dari ke-16 unsur tersebut, ada yang memasukka unsur Co(kobal) sebagai salah satu unsur hara mikro esensial bagi tanaman yang penting bagi proses fiksasi nitrogen oleh bakteri simbiotik, namun sebagian ahli yang lain tidak memasukkan unsur ini dengan alasan fungsinya bisa digantikan oleh unsur yang lain seperti Molibdenum (Mo).

Fungsi masing-masing hara esensial tersebut, beserta gejala defisiensi dan sumbernya dalam tanah terangkum dalam tabel berikut.

Unsur-unsur hara esesnsial tersebut dapat diserap oleh tanaman lewat tanah melalui sistem perakaran, kecuali unsur Karbon (C), Oksigen (O) dan Hidrogen (H) yang diserap oleh tanaman melalui air dan udara.

Proses penyerapan unsur hara lewat tanah melalui sistem perakaran berlangsung dengan berbagai macam cara, diantaranya:

(a) memanfaatkan aliran massa (mass flow), yaitu dengan memanfaatkan pergerakan massa air ke permukaan akar tanaman yang terus berlangsung karena air secara kontinyu diserap oleh akar tanaman dan menguap melalui proses evaporasi, sehingga unsur hara yang larut bersama air akan bergerak ke permukaan akar tanaman tersebut.

(b) melaui mekanisme difusi, yaitu sebuah pergerakan partikel yang bukan disebabkan oleh pergerakan air, namun akibat adanya perbedaan konsentrasi dalam akar dan diluar akar tanaman, dimana zat akan bergerak dari tempat yang konsentrasinya tinggi ke tempat yang konsentrasinya rendah. Dalam hal ini, unsur hara bergerak masuk ke dalam akar tanaman karena konsentrasi dalam tanaman lebih tinggi dari konsentrasi tanah.

(c) Intersepsi akar. Memanjangnya akar-akar tanaman berarti memperpendek jarak yang harus ditempuh unsur-unsur hara untuk mendekati akar tanaman melalui aliran massa ataupun difusi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: