Google+

Dasar-dasar Ilmu Gizi

Leave a comment

April 23, 2013 by ilhamzen09

Kesehatan dan pertumbuhan adalah hal yang berkorelasi terhadap status gizi manusia. Anak yang tumbuh dan berkembang tanpa asupan gizi yang lengkap dan berimbang, berpotensi menyebabkan anak tersebut mudah terserang penyakit, defisiensi gizi, malas, dan terhambatnya perkembangan fisik, psikomotorik serta mental. Disis lain, kelebihan gizi dan vitamin juga dapat menyebabkan masalah kesehatan manusia seperti obesitas, keracunan, bahkan dapat menghambat pertumbuhan.

Artikel ini akan membahas tentang definisi gizi serta konsep gizi berimbang, dan bagaimana menilai status gizi seseorang.

Defenisi Gizi dan Ilmu Gizi

Dalam bahas inggris, kata gizi bearasal dari “nutrition” yang berarti jumlah total dari proses yang dibutuhkan dalam penyerapan dan pemanfaatan makanan yang digunakan untuk pertumbuhan, perbaikan, dan perawatan tubuh (sum total of the processes involved in the “taking in” and the utilization of food substances by which growth, repair and maintenance of the body are accomplished).

Istilah “nutrition” diterjemahkan kedalam bahas Indonesia menjadi “Gizi”, bersumber dari bahasa arab “Al-ghizai” yang artinya makanan atau sari makanan yang bermanfaat untuk kesehatan.

Sedangkan istilah ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari tentang proses makanan sejak masuk mulut sampai dicerna oleh organ-organ pencernaaan, dan diolah dalam suatu sistem metabolisme menjadi zat-zat kehidupan (zat gizi dan zat non gizi) dalam darah dan dalam sel-sel tubuh membentuk jaringan tubuh dan organ-organ tubuh dengan fungsinya masing-masing dalam suatu sistem, sehingga menghasilkan pertumbuhan (fisik) dan perkembangan (mental), kecerdasan, dan produktivitas sebagai syarat dicapainya tingkat kehidupan sehat, bugar dan sejahtera

Peranan Gizi

Gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dapat dikelompokkan kedalam 5 kelompok penting, yaitu: Karbohidrat, protein (Asam amino), lemak, vitamin dan mineral.

Berikut disajikan tabel yang memperlihatkan 5 kelompok gizi dan masing-masing zat gizi-nya.

  1. Karbohidrat

    Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh, itulah sebabnya dalam komposisi makanan sehari-hari karbohidrat umumnya dijadikan sebagai makanan pokok. Fungsi karbohidrat dalam tubuh adalah sebagai:

    (a) Sumber energi bagi manusia;

    (b) Dapat menghemat protein dalam tubuh, sebab bila tubuh kekurangan karbohidrat maka tubuh akan menggunakan protein sebagai sumber energi, kondisi ini dapat mengakibatkan cadangan protein menjadi berkurang;

    (c) Memperlancar pencernaan, terutama ketika mengkonsumsi karbohidrat kompleks dari jenis serat;

    (d) Mengatur metabolisme lemak dengan mencegah oksidasi lemak yang tidak sempurna.

    Karbohidrat merupakan senyawa organik yang hanya terdiri dari karbon (C), hidrogen (H) dan oksigen (O). Dalam ilmu gizi, karbohidrat dapat dibedakan menjadi karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks, perbedaan ini didasarkan pada bentuk molekulnya.

    Karbohidrat Sederhana

    (a) Monosakarida

    Monosakarida adalah jenis karbohidrat sederhana yang hanya terdiri dari beberapa atom C, dan tidak dapat diuraikan menjadi karbohidrat lain dengan cara hidrolisis. Jenis monosakarida yang banyak terdapat dalam sel tubuh manusia adalah glukosa, fruktosa dan galaktosa.

    (b) Disakarida

    Disakarida adalah molekul yang terbentuk dari gabungan 2 molekul monosakarida, contoh disakarida adalah sukrosa (molekul yang paling dominan dalam komposisi gula pasir), laktosa dan maltosa.

    Karbohidrat Kompleks

    Karbohidrat kompleks adalah karbohidrat yang terbentuk oleh ribuan unit molekul monosakarida, terutama glukosa.

    (a) Pati (Strach)

    Pati adalah zat yang banyak terdapat pada padi-padian, umbi-umbian, dan biji-bijian yang terbentuk dari amilosa dan amilopektin. Komposisi amilosa dan amilopektin dalam produk pangan akan bervariasi, dimana panganan yang memiliki kandungan amilopektin tinggi akan semakin mudah untuk dicerna.

    (b) Glikogen

    Glikogen adalah zat yang yang dihasilkan melalui konsumsi karbohidrat, yang tersimpan sebagai simpanan energi di dalam otot dan hati. Glikogen yang tersimpan di dalam hati dapat berubah menjadi glukosa dan dialirkan ke organ tubuh yang membutuhkan melalui aliran darah. Sedang Glikogen yang terdapat dalam otot hanya dapat digunakan untuk kerja-kerja otot tersebut.

    (c) Serat

    Serat adalah karbohidrat kompleks, yang dalam kebutuhan pangan, banyak dipasok oleh sumber nabati seperti: buah-buahan dan sayuran.

    Berdasarkan sifat kelarutannya, serat dapat digolongkan kedalam: serat larut air, dan serat tidak larut. Serat larut yang terkandung dalam produk makanan berfungsi untuk menurunkan kolestrol, sedang serat tidak larut berfungsi untuk melancarkan pencernaan.

  2. Protein

    Protein merupakan bahan dasar pembentuk jaringan dan sel-sel tubuh manusia, molekul protein tersebut terdiri dari rantai polimer yang terbuat dari Asam amino dan diikat oleh ikatan peptida.

    Asam amino terdiri atas Asam amino esensial dan Asam amino non esensial. Berbeda dengan Asam amino non esensial, Asam amino esensial tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga ketersediaannya ditubuh sangat dipengaruhi oleh pasokan makanan sehari-hari. Contoh makanan yang mengandung protein adalah susu, telur, keju, ikan, daging sapi, daging ayam, tempe, kacang kedelai, kacang tanah.

    Berbagai manfaat protein dapat diringkas sebagai berikut:

    (a) Pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh, pertumbuhan berarti penambahan sel/jaringan tubuh, sedangkan pemeliharaan tubuh berarti mengganti sel-sel tubuh yang rusak;

    (b) Bermanfaat dalam proses sintesis hormon dan enzim;

    (c) Berperan dalam pembentukan zat anti bodi tubuh, yaitu zat yang digunakan untuk memproteksi diri dari organisme atau bahan asing lain yang masuk ke tubuh;

    (d) Berperan dalam proses transportasi zat-zat gizi dari salurn pencernaan ke dalam darah dan seterusnya ke jaringan ataupun ke sel tubuh;

    (e) Berperan dalam mengatur keseimbangan asam-basa di dalam tubuh;

    (f) Dapat juga berperan sebagai sumber energi bila karbohidrat dan lemak berada dalam keadaan defisit.

  3. Lemak

    Lemak adalah molekul yang tersusun dari unsur-unsur karbon, hidrogen dan oksigen. Dalam tubuh, lemak berfungsi sebagai sumber energi terbesar, bahkan lebih besar (2,5 kali lebih besar) dibanding karbohidrat dan protein.

    Berdasarkan struktur kimianya dari jenis asam lemaknya, lemak terbagi atas lemak jenuh (saturated fats), lemak tak jenuh (unsaturated fats) dan lemak trans (trans fats).

    (a) Lemak jenuh adalah lemak yang terdiri dari trigliserida yang hanya mengandung asam lemak. Asam lemak jenuh tidak memiliki ikatan rangkap antara tiap atom karbonnya, sehingga, rantai atom karbon sepenuhnya “jenuh” dengan atom hidrogen. Lemak jenuh dapat mengeras bila ditempatkan pada suhu rendah, sehingga lemak dapat menghambat aliran darah dan beresiko menyebabkan penyakit jantung.

    Beberapa jenis makanan yang banyak mengandung lemak jenuh antara lain: mentega, minyak kelapa, daging babi, sapi, ayam, susu cokelat;

    (b) Lemak tak jenuh adalah lemak atau asam lemak yang setidaknya memiliki satu ikatan tunggal dalam rantai asam lemak. Lemak tak jenuh yang mengandung satu ikatan rangkap disebut lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fats), dan bila mengandung lebih dari satu ikatan rangkap disebut lemak tak jenuh ganda. (polyunsaturated fats). Lemak tak jenuh sering diistilahkan sebagai lemak baik (HDL) karena mampu mengangkut kolestrol jahat (LDL) menjauhi arteri lalu kembali ke hati dan selanjutnya dikeluarkan dari dalam tubuh. Sumber lemak jenuh adalah dari nabati, seperti minyak zaitun, minyak wijen, minyak kacang, minyak ikan, ASI.

    (c) Lemak trans adalah jenis lemak yang terbentuk dengan cara memadatkan lemak cair, melalui proses hidrogenasi, yaitu dengan menambahkan atom hidrogen. Tujuan pemadatan tersebut adalah untuk: mengawetkan makanan, menjadikan biaya produksi lebih murah, serta menjadikan makanan lebih gurih dan lezat.

    Akan tetapi, jenis lemak trans sangat tidak direkomendasikan oleh pakar pangan karena dapat menaikkan kadar LDL (kolestrol jahat) dan pada saat bersamaan dapat menurunkan kadar HDL (lemak baik), kondisi tersebut sangat berpotensi menambah resiko penyakit jantung koroner.

    Mengkonsumsi lemak dalam jumlah yang proporsial, terutama dari jenis lemak tak jenuh, berfungsi untuk:

    (a) Sebagai sumber energi dengan besaran sekitar 9 kkal per gram lemak;

    (b) Penyerapan vitamin, lemak dapat melarutkan jenis vitamin tertentu yang mudah larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E dan K,

    (c) Kesuburan, lemak berfungsi untuk memproduksi hormon esterogen yang penting untuk menjaga kesuburan (fertilitas),

    (d) Memproteksi tubuh terhadap kondisi eksternal, seperti terhadap benturan dan juga dapat menjaga stabilitas suhu tubuh,

    (e) Memberi rasa kenyang lebih lama karena lemak dapat menghambat pengeluaran asam lambung.

  4. Vitamin

    Vitamin berasal dari suku kata “vita” yang berarti hidup dan “amina” yang merupakan suatu bentuk gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N), walaupun pada akhirnya diketahui bahwa tidak semua jenis vitamin memiliki atom N.

    Vitamin adalah senyawa organik berbobot molekul kecil, yang dibutuhkan oleh organisme sebagai nutrisi penting dalam tubuh, dalam jumlah yang terbatas. Vitamin umumnya merupakan zat yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh, sehingga ketersediaannya sangat dipengaruhi oleh pasokan dari makanan, namun ada juga jenis vitamin yang mampu diproduksi dalam tubuh, seperti vitamin D3 yang berasal dari zat yang terdapat dalam kulit (dihidrokolestrol), dapat diproduksi oleh tubuh dengan bantuan sinar matahari. Selain itu, dikenal juga zat yang dikenal sebagai provitamin, yang banyak terdapat dalam sayur dan buah, dapat diubah oleh tubuh menjadi vitamin A.

    Tabel berikut ini akan menunjukkan jenis-jenis vitamin dan fungsinya serta sumber makanan yang mengandung masing-masing vitamin tersebut.

  5. Mineral

    Mineral adalah zat anorganik yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit, namun sangat bermanfaat dalam proses metabolisme tubuh. Berdasarkan tingkat kebutuhan tubuh, mineral dapat dibagi atas mineral makro dan mineral mikro, mineral makro adalah mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dengan kadar >100 mg/hari, sedangkan mineral mikro adalah jenis mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dengan kadar <100 mg/hari.

    Berikut ini akan dirangkum beberapa jenis mineral mikro dan makro beserta fungsi dan sumbernya:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: