Google+

ANOVA Dua JALUR (Two Way ANOVA)

3

April 11, 2013 by ilhamzen09

Pada artikel terdahulu, telah dibahas tentang uji ANOVA Satu Jalur pada desain randomisasi lengkap (complitly randomized design). Kali ini kita membahas uji tentang ANOVA dua jalur atau sering diistilahkan dengan two way ANOVA. Two way ANOVA digunakan untuk menguji hipotesis komparatif rata-rata k sampel bila peneliti melakukan kategorisasi terhadap sampel kedalam beberapa blok, sehingga bila variabilitas atau sumber keragaman pada uji One Way ANOVA berasal dari perlakuan dan galat, maka pada two way ANOVA sumber keragaman tidak hanya berasal dari perlakuan dan galat, tapi juga berasal dari blok.

Berikut adalah langkah-langkah dalam perhitungan ANOVA dua jalur (two way ANOVA):

  1. Identifikasi nilai: t (jumlah perlakuan), r (jumlah blog),

  2. hitung jumlah pengamatan total (n), yaitu: n = r x t,

  3. Hitung jumlah kuadrat total dengan rumus:

  4. Hitung jumlah kuadrat perlakuan dengan rumus:

  5. Hitung jumlah kuadrat antar blok dengan rumus:

  6. Cari harga F-Hitung dengan menggunakan rumus yang tertera pada tabel.

  7. Cari harga F tabel dengan mempertimbangkan (1) tingkat signifikansi (α), (2) df1 yaitu df dari MS terbesar, dan (3) df2 yaitu df dari MS terkecil.

  8. Bandingkan harga F Hitung dengan F tabel.

    (1) Bila F Hitung < F tabel, maka Ho diterima, yang berarti rata-rata kedua perlakuan tidak berbeda secara signifikan,

    (2) Bila F Hitung > F tabel, maka Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti rata-rata kedua perlakuan berbeda secara signifikan.

Untuk lebih jelasnya, lihat contoh kasus berikut:
Seorang peneliti ingin mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari beberapa jenis pupuk (pupuk A, B, C, D, E dan F) terhadap pertumbuhan tanaman jagung di sebuah wilayah. Peneliti tersebut kemudian membagi petak percobaan kedalam 3 blok berdasarkan tingkat kesuburannya, yaitu: I= tingkat kesuburan rendah, 2= sedang, dan 3 = tinggi. Penelitian disusun berdasarkan desaian Rancangan Acak Kelompok, dan yang menjadi parameter adalah bobot tongkol jagung (g).

Setelah dilakukan pengukuran terhadap berat tongkol jagung, maka diperoleh hasil sebagai berikut:

Untuk mengetahui apakah ada perbedaan signifikan antar perlakuan, maka dilakukan uji ANOVA 2 arah (two way ANOVA). Proses pengerjaannya dapat dilakukan secara cepat dan mudah dengan menggunakan aplikasi program Microsoft Excel. Caranya dapat anda perhatikan lewat video tutorial berikut:

Bagi teman-teman yang ingin latihan, silahkan download file latihan pada link dibawah:

Download File Latihan

Tabel diatas merupakan tampilan Hasil Uji Two way ANOVA menggunakan program excel. Ada dua cara pengambilan Kesimpulan, yaitu:

  1. Membandingkan nilai F dengan nilai F crit (F tabel).

    (a) bila nilai F < F crit, maka perlakuan tidak memberikan efek yang signifikan terhadap parameter.

    (b) bila nila F> dari F crit, maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan member efek yang signifikan terhadap parameter.

  2. Membandingkan P-value dengan nilai signifikansi. Karena tingkat kepercayaan yang diinginkan adalah 95% maka tingkat signifikansi adalah sebesar 100-95 = 5% atau 0,05. Sehingga dalam pengambilan kesimpulan ditetapkan:

    (a) bila P-value < 0,05, maka perlakuan memberikan efek yang signifikan terhadap parameter,

    (b) bila P-value > 0,05, maka perlakuan tidak memberikan efek yang signifikan terhadap parameter.

Kesimpulan:

  1. Jenis pupuk memberikan efek yang signifikan terhadap bobot tongkol jagung, yang diindikasikan dari nilai F > F crit, atau juga bisa diindikasikan dari P-value < 0,05.

  2. Posisi penempatan tanaman berdasarkan tingkat kesuburan tanah, memberikan efek yang signifikan terhadap bobot tongkol jagung, yang diindikasikan dari nilai F > F crit, atau juga bisa diindikasikan dari P-value < 0,05.

  3. Karena perlakuan memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter, maka perlu dilakukan uji lanjut untuk membandingkan pengaruh individu dari masing-masing perlakuan.

3 thoughts on “ANOVA Dua JALUR (Two Way ANOVA)

  1. Muchdar Davis says:

    Artikel yang sangat informatif. Saya ingin bertanya, bagaimana jika nilai F > F-crit, akan tetapi p value > 5%? Sebaiknya mengambil kesimpulan berdasarkan perbandingan nilai F – Fcrit atau perbandingan p value dan tingkat signifikansi (5%)?

  2. diana says:

    terimah kasih
    sangat bermanfaat

  3. roninovison says:

    mas boleh minta reveresi rumus anova dari buku apa?? mohon bantuannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: