Google+

Variabel Dan Data Penelitian

4

March 20, 2013 by ilhamzen09

Sudah menjadi Sunnatullah, alam ini dipenuhi oleh individu-individu yang dapat didefenisikan sebagai sebuah variabel, dimana satu variabel saling berinteraksi dengan variabel lainnya. Populasi hama di sawah adalah variabel yang dipengaruhi oleh berbagai variabel misalnya populasi hewan predator. Peningkatan populasi predator, secara potensial, akan menurunkan populasi hama di sawah. Dalam contoh kasus ini populasi hama adalah variabel yang dipengaruhi (dependent variable) oleh populasi predator sebagai variabel yang mempengaruhi (independent variable), dimana masing-masing variabel memiliki besaran yang dapat diukur, hasil pengukuran terhadap besaran tersebut dinamaakan data.

Definisi Variabel Penelitian

Secara sederhana, variabel dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang bervariasi atau berubah-ubah (variable). Variabel merupakan gejala yang menjadi fokus peneliti yang akan diamati yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lainnya dalam kelompok tersebut.

Menurut hubungannya antara satu variabel dengan variabel yang lain, variabel dapat dibedakan menjadi:

  1. Variabel Independen

    Variabel independen atau sering diistilahkan variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab timbul dan berubahnya variabel dependen, misalnya “iklan akan mempengaruhi peningkatan volume penjualan”, karena iklan adalah variabebel yang mempengaruhi volume penjualan, maka iklan disebut variabel independen.

  2. Variabel Dependen

    Variabel dependen atau sering diistilahkan variabel tergantung adalah variabel yang dipengaruhi variabel independen . misalnya “iklan akan mempengaruhi peningkatan volume penjualan”, karena volume penjualan adalah variabebel yang dipengaruhi oleh iklan, maka volume penjualan disebut variabel dependen.

  3. Variabel Moderator

    Variabel moderator adalah variabel yang berfungsi untuk memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Misalnya iklan akan semakin massif penyebarannya bila didukung oleh “media”, sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi, secara positif, volume penjualan. Dalam contoh kasus ini, media berperan sebagai variabel moderator

  4. Variabel Intervening

    Variabel intervening adalah variabel tak terukur yang secara teoritis mampu memperlemah atau memperkuat hubungan antara variabel dependen dan variabel independen. Misalnya iklan yang “unik” akan mempengaruhi minat konsumen dalam memperhatikan iklan tersebut. Secara teoritis iklan yang mendapat perhatian lebih, akan menggait konsumen yang lebih besar. “unik” adalah sebuah variabel Intervening yang mempengaruhi hubungan variabel dependen dan independen namun sangat sulit diukur

  5. Variabel Kontrol

    Variabel kontrol adalah variabel yang secara potensial dapat mempengaruhi hubungan antara variabel dependen dan independen namun dikendalikan atau dibuat konstan. Cara ini terutama dilakukan dalam penelitian eksperimental, misalnya: Seorang peneliti ingin mengetahui seberapa besar hubungan antara aplikasi trikoderma terhadap laju dekomposisi bahan organik. Maka peneliti melakukan desain penelitian dengan menjadikan “trikoderma” sebagai variabel dependen (variabel yang mempengaruhi) dan” laju dekomposisi bahan organik” sebagai variabel independen (variabel yang mempengaruhi). Peneliti tidak bisa mengenyampingkan faktor lain seperti kelembaban, suhu, ataupun mikroorganisme lain dapat mempengaruhi laju dekomposisi bahan organik, akan tetapi faktor itu adalah faktor yang tidak diinginkan, dan sebisa mungkin direduksi, karena yang ingin diuji oleh si peneliti hanya pengaruh “trikoderma saja”. Cara untuk mereduksi variabel kontrol (kelembaban, suhu, dan mikroorganisme lain) tersebut adalah dengan meletakkan sampel percobaan di dalam inkubator dan laboratorium yang tertutup (sehingga bebas dari mikroorganisme lain), dan dapat dikontrol suhu serta kelembabannya.

Definisi Data Penelitian

Data (bentuk jamak dari kata Datum) adalah bahan keterangan tentang sesuatu objek penelitian yang diperoleh di lokasi penelitian. Data dapat berbentuk angka, kata-kata atau gambar, hasil olah dari sebuah data adalah informasi. Informasi yang bermutu akan menghasilkan kesimpulan penelitian yang bermutu pula

Menurut Sugiyono (2006), kriteria data yang baik harus memenuhi paling tidak 3 persyaratan yaitu: (1) Valid, menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti; (2) Reliabel, yaitu derajat konsistensi dalam interval waktu tertentu; dan (3) Objektif, yang menunjukkan derajat persamaan persepsi antara seorang peneliti dengan peneliti yang lain.

Jenis-jenis Data

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa variablel adalah karakteristik khas dari objek penelitian yang memiliki besaran dan dapat diukur, hasil pengukuran terhadap besaran tersebut dinamaakan data. Sehingga data mempunyai jenis sebanyak variabelnya. Data dari variabel diskrit disebut data diskrit, data dari variabel kontinu disebut data kontinu, dan sebagainya.

Secara garis besar, data dapat diklasifikasikan ke dalam data kualitatif dan data kuantitatif, masing-masing dapat diklasifikasikan lagi menjadi data nominal dan ordinal, serta data interval dan rasio. Pembagian selengkapnya dapat dilihat pada gambar (2).

Data kualitatif adalah data yang berbentuk kalimat, kata atau gambar, misalnya: “tinggi, sedang, dan rendah”; atau “peduli, tidak peduli”. Data berupa “pria, dan wanita” adalah data klasifikasi tanpa peringkat, karena “wanita” ataupun “pria” adalah data yang nilainya sama (equal) dan tidak ada yang lebih superior dibanding data yang lain. Berbeda halnya dengan “tinggi, sedang, dan rendah” adalah data klasifikasi dengan peringkat, karena “tinggi” nilainya dianggap lebih bila dibandingkan dengan “rendah”.

Data yang diklasifikasikan tanpa peringkat disebut data nominal yaitu data yang bervariasi menurut jenis, seperti jenis kelamin (pria dan wanita), kebangsaan (Indonesia, Saudi Arabia, Turki), jabatan (ketua, sekertaris, bendahara), dan sebagainya. Perlakuan untuk jenis data ini adalah menghitung banyaknya (n) subjek dari masing-masing kategori tersebut, dan bukannya mengukur. Misalnya kategori pekerjaan (pegawai, pedagang, petani), yang dapat dilakukan terhadap kategori pekerjaan adalah menghitung banyaknya pegawai, pedagang, atau petani, dan bukannya mengukur pegawai, pedagang atau petani.

Data yang “diklasifikasikan berdasarkan peringkat” disebut data ordinal atau data berjenjang yaitu data yang menunjukkan posisi dalam suatu urutan-urutan. Misalnya pengukuran produktivitas padi dibeberapa wilayah masing-masing sebesar 5 ton/ha, 7 ton/ha, 9 ton/ha, masing-masing akan dikategorisasi kedalam kelas 1, kelas 2 dan kelas 3. Analisis statistika yang umum digunakan dalam menangani jenis data ordinal adalah median, persentil, dan teknik-teknik korelasi yang tidak didasarkan atas pengukuran-pengukuran dengan satuan yang tidak berjarak sama. Dalam prakteknya, ada juga peneliti yang menggunakan analisis statistika seperti mean, standar deviasi, dan korelasi product moment, walaupun boleh atau tidaknya menggunakan jenis analisis tersebut masih bersifat debatable.

Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka-angka. Data kuantitatif dapat digolongkan kedalam 2 kelompok: yaitu data diskrit dan data kontinu. Data diskrit atau sering juga diistilahkan dengan data nominal adalah data yang diperoleh dari hasil menghitung atau membilang (bukan mengukur), sehingga datanya selalu dalam bentuk bilangan bulat, seperti jumlah laki-laki dan perempuan yang ikut ujian nasional, jumlah pekerja sektor formal dan sektor informal pada suatu kota, dan sebagainya. Data kontinu adalah data yang diperoleh dari hasil pengukuran, sehingga bentuk datanya dapat berupa bilangan bulat ataupun bilangan desimal, tergantung dari hasil pengukuran. Data kontinu dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: data interval dan data rasio.

Data interval adalah data kontinu yang tidak memiliki nilai mutlak, dengan kata lain, nilai “0 (nol)” pada jenis data ini masih tetap memiliki nilai. Misalnya suhu 0oC adalah titik beku yang masih dianggap memiliki nilai.

Data rasio adalah data kontinu yang memiliki nilai mutlak. Berbeda dengan data interval, nilai “0 (nol)”data rasio, tidak memiliki nilai. Misalnya berat 0 kg berarti tidak ada beratnya.

4 thoughts on “Variabel Dan Data Penelitian

  1. Yulfira says:

    Wah mantap penjelasannya mas

  2. indah says:

    Ijin copas, bro… Artikelnya bagus !!

  3. achmad shabir says:

    ITU GAMBARNYA SALAH. DALAM PENJELASAN IKLAN ITU VARIABEL INDEPENDEN, TAPI DALAM GAMBARNYA JUSTRU TERBALIK. KACAU NIH ADMIN!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: