Google+

Metode Penelitian

Leave a comment

March 19, 2013 by ilhamzen09

Bagi sebahagian teman-teman mahasiswa, terutama yang tengah berada pada semester akhir, kata Penelitian (Reaserch) adalah kata yang paling banyak di Search, sebab penelitian adalah salah satu syarat untuk menyelesaikan program kesarjanaan. Namun, disadari atau tidak, sebenarnya penelitian bukanlah barang baru bagi manusia sebab penelitian adalah kegiatan sehari-hari. Seseorang membeli properti, tentu mengadakan penelitian terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli, bahkan kegiatan mencari jodoh-pun….(silahkan teruskan:))

Namun tentu saja dalam kerangka ilmiah, penelitian harus disusun berdasarkan metode yang sistematis, dan didukung oleh data yang valid, reliable, dan objektif.

Defenisi Metode Penelitian

Kata penelitian (research) berasal dari bahasa Inggris “re” yaitu kembali dan “search”, yaitu mencari. Sehingga secara etimologi, research bermakna “menemukan kembali”, istilah ini adalah pengembangan makna dari filosofi ilmu pengetahuan yang dibangun oleh Hegel, yang memaknai pengetahuan sebagai proses dialektis, dimana pengetahuan yang ada (thesa) akan selalu mendapatkan perlawanan (antithesa) dan menghasilkan pengetahuan yang lebih tinggi tingkatannya (synthesa), proses synthesa inilah yang kemudian dinyatakan sebagai “seperti menemukan kembali” pengetahuan yang sudah dinegasikan sebelumnya.

Dalam kamus oxford 11th kata research didefenisikan sebagai penyelidikan secara sistematis terhadap objek dan sumber kajian untuk membangun fakta dan mencapai kesimpulan baru (the systematic investigation into and study of materials and sources in order to establish facts and reach new conclusions)

Creswell, J. W. (2008), dalam bukunya Educational Research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research, mendefenisikan penelitian (research) sebagai tahapan atau proses yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisa informasi untuk meningkatkan pemahaman kita tentang suatu topik atau masalah. Penelitian terbagi atas tiga tahapan: tahap pertanyaan, pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan tersebut, dan penyajian jawaban atas pertanyaan (Research is a process of steps used to collect and analyze information to increase our understanding of a topic or issue”. It consists of three steps: Pose a question, collect data to answer the question, and present an answer to the question).

Jenis-jenis Metode Penelitian

Ada berbagai macam jenis penelitian dilihat dari sudut pandangnya masing-masing, berikut akan diterangkan berbagai jenis penelitian berdasarkan metodenya:

  1. Metode Sejarah

    Metode sejarah adalah penelaahan dokumen serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. Penelitian menggunakan metode sejarah lebih menitik beratkan kegiatannya pada upaya menelaah dokumen hasil rekaman para ahli dari berbagai bidang, seperti ahli jurnalistik, ahli hukum, kedokteran, penulis buku harian, ahli fotografi, dan ahli-ahli lain yang terkadang, bidang keahlian dan profesinya tidak difahami oleh sejarawan itu sendiri.

    Menurut Nazir (2003), beberapa cirri khas dari metode sejarah adalah sebagai berikut:

    1. Metode sejarah lebih banyak menggantungkan diri pada data yang diamati orang lain di masa-masa lampau,
    2. Data yang digunakan lebih banyak bergantung pada data primer dibandingkan dengan data sekunder,
    3. Metode sejarah mencari data secara lebih tuntas serta memungkinkan untuk dapat menggali informasi klasik (informasi yang lebih tua) yang tidak diterbitkan oleh literatur-literatur modern,
    4. Sumber data harus dinyatakan secara definitif, baik nama pengarang, tempat dan waktu.
  2. Metode Deskriptif

    Metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Dalam penelitian deskriptif, tidak diperlukan adanya kontrol terhadap suatu perlakuan, namun yang lebih ditekankan adalah penggambaran terhadap data menurut apa adanya.

    Ciri khas dari penelitian deskriptif adalah:

    1. Prinsip-prinsip ataupun data yang digunakan, dinyatakan dalam nilai (value),
    2. Fakta-fakta ataupun prinsip-prinsip yang digunakan adalah mengenai masalah status,
    3. Sifat penelitian adalah ex post facto (pengukuran setelah kejadian), sehingga tidak dilakukan kontrol, dan manipulasi terhadap variabel.
  3. Metode Eksperimental

    Penelitian eksperimental adalah penelitian yang bersifat artificial (buatan), dimana lingkungan penilitian dikondisikan sedemikian rupa dengan melakukan manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol terhadap variabel. Tujuan dari metode eksperimental adalah untuk menyelidiki ada tidaknya hubungan sebab akibat serta berapa besar hubungan sebab akibat tersebut.

  4. Metode Grounded Research

    Selama ini, metode penelitian kuantitatif dan metode lainnya yang didasari atas faham positivism, mendapat banyak keritikan karena teorinya hanya dibangun berdasarka hipotesa dan anggapan-anggapan, sehingga terkesan begitu kaku, terikat, dan kurang berkembang akibat tujuan dari peenelitian ini yang sekedar membuktikan hipotesis dan anggapan-anggapan tersebut. Akibatnya, penelitian ini tidak selalu menghasilkan teori baru, dan sulit diaplikasikan pada wilayah kajian yang belum banyak diteliti

    Untuk menutupi kelemahan tersebut, Glaser dan Strauss (1967) mengembangkan Metode Groun Research yang bersifat kualitatif. Metode Groun research adalah metode penelitian induktif yang digunakan untuk meneliti objek-objek yang belum banyak diketahui. Metode penelitian ini sering digunakan untuk ilmu-ilmu sosial , mempunyai ciri:

    1. Teori tidak dibangun berdasarkan hipotesis, namun teori muncul dari data, atau dengan kata lain, suatu teori harus dibangun dari dasar/bawah;
    2. Tujuan penelitian adalah untuk mencari teori baru;
    3. Wilayah kajian belum banyak diketahui;
  5. Metode Penelitian Tindakan

    Istilah “Action Research” pertama kali dikemukakan oleh Kurt Lewin, seorang Professor dari MIT dalam satu tulisannya berjudul “Action Research and Minority Problems”. Dalam tulisan ini, Lewin menjelaskan penelitian tindakan sebagai penelitian komparatif terhadap kondisi dan efek dari berbagai bentuk tindakan sosial dan penelitian yang mengarah ke tindakan sosial yang menggunakan langkah-langkah spiral. Dimana masing-masing langkah mengandung siklus perencanaan, tindakan, penemuan fakta tentang hasil tindakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: